Ilustrasi takjil Ramadhan

Lingga (Media Center) - Tim pengawasan makanan dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Kabupaten Lingga temukan beberapa jenis makanan mengandung zat berbahaya pada sejumlah tempat jajanan berbuka puasa di Dabosingkep.

Kegiatan pengawasan yang bekerjasama dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Batam itu, mendapati adanya penggunaan Natrium Benzoat dan zat pemanis buatan pada beberapa jenis jajanan takjil buka puasa tersebut.

"Sampelnya sudah dibawa ke Batam. Hasilnya belum kami terima. Tapi kami juga lakukan uji lab beberapa makanan. Sejauh ini tidak ditemukan Borak dan Formalin, namun beberapa diantaranya menggunakan pemanis buatan dan Natrium Benzoat," kata Sri Dewi, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan di DKPP-KB Lingga, dihubungi dari Daik, Rabu.

Munurut Sri, penggunaan zat pemanis buatan dan Natrium Benzoat yang berlebihan pada makanan dapat menyebabkan resiko buruk pada kesehatan.

Selain pemanis buatan dan Natrium Benzoat, Sri mengatakan, makanan hangat yang menggunakan kemasan plastik juga tidak dibenarkan. Misalnya lontong, susu kedelai, bakso dan beberapa jenis makanan lain.

"Soal kemasan juga perlu diperhatikan, lontong tidak dibenarkan pakai plastik. Kemasan itu rentan kana panas. Masyarakat memperhatikanlah soal kemasan itu. Jadi kalau beli bakso jangan mau di bungkus plastik. Es batu juga harus air yang sudah di masak," ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih makanan untuk di konsumsi saat berbuka.

Terkait kegiatan pengawasan makanan tersebut, lanjut Sri, tim masih akan melanjutkan sidak di beberapa titik lainnya, termasuk lokasi jajanan takjil di ibukota Kabupaten Lingga, Daik.

"Kami belum turun ke semua lokasi, baru sebatas pasar dabo dan sekitar. Pekan depan kami lanjutkan lagi. Sebenarnya, kegiatan pengawasan ini rutin, tidak hanya saat bulan Ramadhan saja. Biasanya tiga bulan sekali," tutupnya. (*/MC Lingga)

Website SKPD Lingga