Foto: Salah satu bentuk usaha kreatif IRT yang menjadi perhatian BP3AKB

BP3AKB Lingga Dorong Keterampilan IRT

Diposting pada

Foto: Salah satu bentuk usaha kreatif IRT yang menjadi perhatian BP3AKB

Foto: Salah satu bentuk usaha kreatif IRT yang menjadi perhatian BP3AKB. Net

Lingga, MC – Guna menunjang kemajuan pembangun bidang pemberdayaan masyarakat, Badan Perlindungan Pengawasan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) mendorong keterampilan ibu rumah tangga, sekaligus untuk menunjang ekonomi keluarga.

Kegiatan tersebut rutin dilakukan dalam rangka pengentasan kemiskinan yang diikuti para ibu-ibu rumah tangga. Program pro rakyat untuk menunjang ekonomi kreatif sangat diperlukan di wilayah pesisir Lingga yang kaya akan hasil alam laut. Namun minimnya perhatian pemerintah menjadi salah satu faktor lambannya kemajuan ekonomi masyarakat yang kreatif dan inovatif.

Kepala BP3AKB Kabupaten Lingga, Dr Saad menuturkan, bahwa tahun-tahun sebelumnya usaha kreatif ibu rumah tangga sudah berjalan. Sehingga untuk mendorong keterampilan ibu rumah tangga yang kreatif dan inovatif memanfaatkan hasil kerajinan tangan, maka BP3AKB mendukung koperasi yang memberi keterampilan untuk memberdayakan ibu rumah tangga.

“Pelatihan dan pembinaan ini perlu.Untuk  wilayah Lingga pembinaan ini sejalan dengan program RTLH. Tahun ini memang ada kegiatan melalui program pembinaan kita panggil kembali kreatif ibu rumah tangga,”ujar Saad, Selasa (24/3).

Menurut Saad, kemampuan masyarakat sebenarnya menunjang  bahkan produk-produk kreatif masyarakat juga memadai. Namun selama ini   out put dari produk masyarakat masih terkendala. Seperti kerajinan di Mepar dengan hasil kreatif tudung manto dan anyamannya.

Kendala tersebut, lanjut Saad karena minimnya pengelola dari pihak ketiga.

“Kendalanya terkait pemasaran. Kualitas cukup memadai. Kalau program pembinaan  ini jalan, mudah – mudahan ke depan bisa membuka peluang usaha baik bagi pihak ketiga,”ujarnya.

Dikatakan, sebagaimana program pemberdayaan masyarakat melalui usaha ekonomi kreatif dengan kerajinan tangan ibu rumah tangga tentu wajib mendapatkan dukungan. 

“Termasuk pembinaan ibu rumah tangga yang mempunyai kelompok kerajinan tangan sekaligus untuk menunjang pariwisata di Mepar yang terkenal sebagai wisata sejarah,” kata Saad.

Program pembinaan keterampilan ibu rumah tangga, kata Saad tahun ini di fokuskan di Kecamatan Singkep.

Sejumlah hasil ekonomi kreatif di Lingga seperti hasil kerajinan anyaman tudung manto, kue bangkit, bihun lakse dan hasil kerajinan berbahan kayu seperti miniatur perahu serta hasil kerajinan dari hasil laut berbahan kulit kerang atau serimpin perlu mendapatkan perhatian secara serius.

Terkait pembinaan BP3AKB sebagaimana disahkan Perda Pengawasan dan Perlindungan Anak di Lingga, maka perlu disosialisasikan ke masyarakat Lingga. Supaya masyarakat peka dan kenal  hak dan perlindungan anak. (HK/MC Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *