Wabup Lingga Studi Pengelolaan Sampah di Pemko Bandung

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Pasca penandatanganan Mou antara Pemko Bandung dengan 7 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, seluruh perwakilan dari masing-masing daerah diajak beranjangsana menggunakan mini bus untuk melihat program ‘Kang Pis Man’ yang berlokasi di Taman Lansia di Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibuenying Kaler, Kota Bandung.

Kang Pis Man ini adalah program penataan sampah yang dikelola oleh Pemerintah Kota Bandung untung mengurangi, memisahkan dan memanfaatkan sampah yang ada.

Sebenarnya, program yang dilaksanakan oleh Pemko Bandung ini tidak jauh berbeda dengan program yang ada di Kabupaten Lingga, hanya saja mereka lebih sistematis dan diekspos secara besar-besaran, sehingga mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat luas. Partisipasi afktif masyarakatnya juga kuat, karena mereka sadar akan efek sampah yang menimbulkan berbagai permasalahan sosial.

Adapun teknis pemilahan sampah  dari sampah rumah tangga, yakni jenis sampah organik dan non organik. Kemudian sampah tersebut mereka kelola, dan dipilah menjadi sesuatu yang bermanfaat, sehingga menghasilkan produk kompos, bio gas, dan juga menjadi pupuk cair yang bermanfaat untuk menyiram bunga dan tanaman.

Aktifitas 3R, yakni Reuse, Reduce dan Recycle yang dimulai dari mengurangi sampah sampai dengan mendaur ulang,  yang dijalankan di Taman Lansia ini diantaranya adanya Bank Sampah, juga terdapat tong sampah sesuai peruntukannya. Selain itu, pembuatan biofori untuk jalan resapan air, komposter dan lain sebagainya semua sudah dijalankan di Kabupaten Lingga. Bahkan dengan tujuan Back to Nature, semuanya sudah masuk kedalam program Adiwiyata yang telah dimulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, maupun Menengah Atas.

Namun sayang dalam perjalananannya, kita kurang mempromosikan kegiatan positif yang telah kita mulai saat ini, sehingga tidak didukung optimal oleh elemen masyarakat dan para kader yang cinta akan kebersihan.

“Kita bersyukur bisa melihat langsung manajemen Kota Bandung, terutama tentang bagaimana tata cara pengelolaan sampah. Sampah jangan kita jadikan musuh, tapi jadikan sebagai sahabat, sehingga bisa menghasilkan manfaat. Mulai dari sekarang, kita harus mengajak masyarakat untuk merubah prilaku ke arah lebih baik, agar lebih cinta akan kebersihan,” kata Wakil Bupati Lingga saat kunjungan tersebut.

Beliau berharap, kedepannya masyarakat Lingga perlahan bisa mengurangi penggunaan kantong plastik, sehingga tidak ada lagi yang membuang sampah plastik ke sungai dan laut.

“Kita tak mau laut kita tercemar dan ikan-ikan kita terkontaminasi karena memakan sisa makanan yang ada dalam plastik, yang berakibat ikan-ikan memakan plastik tersebut,” kata Nizar menambahkan.

Terlebih lagi, saat ini daerah kita sudah memasuki tahap verifikasi dokumentasi untuk peniaian KKS atau Kabupaten Kota Sehat yang tidak jauh berbeda dengan penilaian Adipura. Oleh sebab itu, seluruh OPD dan masyarakat luas, diharapkan turut memberikan dukungan, agar penghargaan Swasti Saba Padapa bisa kita raih.

Masih ditempat yang sama, Zainal Abidin yang merupakan salah satu anggota Tim Pembina Kabupaten Kota Sehat Kabupaten Lingga, menyampaikan kebanggannya terhadap masyarakat Kabupaten Lingga. Beliau menuturkan bahwa semua tahapan dan proses pemilahan serta pemanfaat limbah sampah yang dijalankan oleh Pemko Bandung, tidak jauh berbeda dengan yang telah dilakukan oleh kelompok masyarakat dan pihak sekolah di Lingga.

Beliau juga berharap, semoga dengan konsistensi menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah di Kabupaten Lingga, Predikat Adipura bisa dipertahankan.

Selanjutnya, kegiatan itu ditutup dengan jamuan makanan yang dibungkus dengan daun pisang,yang bertujuan agar semua peserta yang hadir bisa mencontoh untuk meminimalisir penggunaan bungkusan plastik. (MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WordPress spam blocked by CleanTalk.