1. Penduduk

Pada tahun 2010, jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Riau mencapai 1.679.163 jiwa. Populasi terbanyak berada di Kota Batam sebesar 56,24% dan populasi terkecil berada di Kabupaten Anambas sebesar 2,23%. Lingga merupakan kabupaten dengan penduduk terkecil ketiga dari tujuh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau yaitu sebanyak 5,14%.

Selama periode 2000-2010 laju pertumbuhan penduduk Kepulauan Riau sebesar 4,91%. Pertumbuhan penduduk tertinggi yaitu kota Batam sebesar 7,57%. Sedangkan Kabupaten Lingga sendiri merupakan Kabupaten dengan angka pertumbuhan penduduk terendah di Provinsi Kepulauan Riau yaitu sebesar 0,82%.

 

2. Laju Pertumbuhan Ekonomi

Laju pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau terus mengalami kenaikan selama periode 2007-2010. Pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi mencapai 7,53 %. Batam memiliki laju pertumbuhan ekonomi paling besar sebesar 7,72% dan Bintan memiliki laju pertumbuhan terendah yaitu 5,56%.

 

3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Secara umum, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal yang sama juga terjadi dengan nilai IPM seluruh Kabupaten/Kota di provinsi ini. Pada tahun 2010 IPM Provinsi Kepulauan Riau tetap berada pada peringkat 6 diantara seluruh Provinsi di Indonesia sama seperti tahun sebelumnya. Kota Batam memiliki nilai IPM paling tinggi diantara Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau dan berada pada peringkat ke 16 diantara seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia pada tahun 2009 dan turun menjadi peringkat ke 18 pada tahun 2010. Nilai IPM terendah adalah Kabupaten Kepulauan Anambas (secara nasional berada pada peringkat 390 pada tahun 2009 dan naik menjadi 380 pada tahun 2010). Kabupaten Lingga sendiri berada pada peringkat kelima diantara 7 Kabupaten/Kota di provinsi Kepulauan Riau dan (secara nasional berada di urutan ke 231 pada tahun 2009 dan turun menjadi 238 pada tahun 2010).

 

Sumber : Lingga dalam Angka 2010

1. Pendidikan

Salah satu dari keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas melalui jalur pendidikan. Pemerintah berupaya untuk menghasilkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Wajib belajar 6 tahun yang dilanjutkan dengan wajib belajar 9 tahun serta program pendidikan lainnya adalah bentuk upaya pemerintah dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang pada akhirnya akan tercipta sumber daya manusia tangguh yang siap bersaing pada era globalisasi.

Ketersediaan fasilitas pendidikan baik sarana maupun prasarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Gambaran secara umum dari perkembangan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga dapat dilihat sebagai berikut :

1.1. Pendidikan Dasar

Pada tahun 2010/2011, Taman Kanak - Kanak berjumlah 15 sekolah, 619 murid dan 88 guru dengan rasio murid terhadap guru 7,03 dan rasio murid terhadap sekolah 41,3. Selanjutnya pada tahun yang sama Sekolah Dasar berjumlah 127 buah dan SLTP berjumlah 34, dengan rasio murid terhadap guru 7,06 untuk SD dan 11,06 untuk SMP.

1.2 Pendidikan Menengah

Data statistik pendidikan menengah terbatas pada SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga saja. Pada tahun 2010/2011 terdapat  7 SMA dan 3 SMK dengan jumlah murid SMA sebesar 2.084 dan murid SMK sebesar 322, sedangkan jumlah guru SMA 168 orang dan guru SMK 53 orang. Rasio murid terhadap guru SMA 12,4 dan SMK 6,08. 

 

2. Kesehatan 

Pembangunan kesehatan menyangkut seluruh aspek ke-hidupan manusia. Bila pembangunan kesehatan berhasil dengan baik maka dengan sendirinya tentu akan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara langsung. Selain dari itu, pembangunan kesehatan juga memuat mutu dan upaya kesehatan yang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dari fasilitas kesehatan dengan menciptakan akses pelayanan kesehatan dasar yang didukung oleh sumber daya yang memadai seperti : rumah sakit, puskesmas, adanya tenaga kesehatan dan ketersediaan obat.

Upaya yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah dalam menyediakan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, puskesmas pembantu, puskesmas keliling dan balai pengobatan tidak mengalami peningkatan yang signifikan. 

Tenaga kesehatan merupakan sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan karena dengan bantuan mereka banyak kemungkinan penyakit dapat disembuhkan. Jumlah dokter umum tahun 2010 tercatat 22 orang dokter umum dan 9 orang dokter gigi.

Untuk jumlah paramedis mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2010 jumlah paramedis sebanyak 327 orang dibandingkan pada tahun 2009 yang hanya sebesar 248 orang.

 

3. Keagamaan

Pembangunan di bidang fisik harus diimbangi dengan pembangunan di bidang mental spiritual, sehingga diharapkan akan ada keseimbangan dan keserasian antara kepentingan duniawi dan ukhrawi. Kehidupan beragama yang harmonis antara umat beragama di Kabupaten Lingga telah terjalin dengan kokoh. Melaksanakan ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam. Jumlah jemaah haji dari Kabupaten Lingga yang diberangkatkan pada tahun 2010 adalah sebanyak 50 orang atau naik 11 persen dibandingkan dengan tahun 2009.

 

4. Lalu Lintas dan Kriminalitas

Jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada tahun 2010 di Kabupaten Lingga adalah sebanyak 14 kasus dengan korban meninggal 5 orang dan kerugian  diperkirakan sebesar Rp. 37.800.000.

Sementara jumlah dari peristiwa kejahatan yang dilaporkan dalam kurun waktu tahun 2010 adalah sebanyak 91 kasus. Jenis kasus yang terbanyak dilaporkan adalah pencurian sebanyak 31 kasus.

Sumber: Lingga dalam Angka 2010

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dapat digunakan sebagai indikator untuk mengetahui kondisi perekonomian di suatu wilayah. PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu wilayah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

Beberapa indikator makro ekonomi yang diturunkan dari angka PDRB antara lain:  laju pertumbuhan ekonomi, struktur perekonomian daerah, PDRB per kapita  dan pendapatan per kapita

 

1. Laju Pertumbuhan Ekonomi

Laju pertumbuhan ekonomi merupakan suatu indikator ekonomi makro yang dapat menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi.

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lingga pada tahun 2010 adalah sebesar 6,60 persen. Bila diurutkan, laju pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha dari yang tertinggi ke yang terendah adalah Sektor Bangunan (12,45%), Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa perusahaan (11,63%), Sektor Angkutan dan Komunikasi (11,61%),  Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (10,36%), Sektor Jasa (10,20%), Sektor Pertambangan dan Penggalian (9,82%), Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih (5,89%) , kemudian Sektor Pertanian (3,74%), dan pertumbuhan negatif masih dialami oleh Sektor Industri Pengolahan     (-0,02%). 

 

2. Struktur Perekonomian

Struktur ekonomi menunjukkan besarnya peranan setiap sector ekonomi dalam penciptaan nilai tambah.

Pada tahun 2010 ini sektor pertanian masih merupakan kontributor terbesar dalam penciptaan nilai tambah perekonomian di Kabupaten Lingga meskipun kontribusinya cenderung menurun setiap tahun. Kontributor terbesar kedua adalah sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Sementara sektor Angkutan dan Komunikasi merupakan kontributor terbesar ketiga.

Berikut adalah besarnya kontribusi dari tiga sektor ekonomi yang memberikan nilai tambah terbesar di Kabupaten Lingga pada tahun 2010. Sektor Pertanian (35,82%), Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (22,82%), dan Sektor Angkutan dan Komunikasi (10,18%).  

 

3. PDRB per Kapita dan Pendapatan per Kapita 

PDRB per kapita merupakan gambaran nilai tambah yang bisa diciptakan oleh masing-masing penduduk akibat adanya aktivitas produksi. Sedangkan pendapatan per kapita adalah gambaran pendapatan yang diterima oleh masing-masing penduduk sebagai balas jasa atas keikutsertaannya dalam proses produksi.

Pada tahun 2010, PDRB per kapita Kabupaten Lingga atas dasar harga berlaku sebesar 11,852 juta rupiah sedangkan atas dasar harga konstannya hanya sebesar 6,969 juta rupiah. Sementara nilai pendapatan per kapita Kabupaten Lingga atas dasar harga berlaku adalah sebesar 10,835 juta rupiah dan sebesar 6,371 juta rupiah atas dasar harga konstan.

Sumber: Lingga dalam Angka 2010

 

Website SKPD Lingga